Kajian Bedah Buku ‘Ulum Al Quran – Keagungan, Adab dan Ilmu-Ilmu Al Qur’an, karya Dr Darwis Abu Ubaidah M Pd I
KULIAH SUBUH Mesjid Raya Pulo Asem
Ustadz Darwis Abu Ubaidah
Kajian Bedah Buku ‘Ulum Al Quran – Keagungan, Adab dan Ilmu-Ilmu Al Qur’an, karya Dr Darwis Abu Ubaidah M Pd I
BAB I : Al Qur’an & Keagungannya.
Pasal 2 : Al Qur’an Menjawab Tantangan
Al-Qur’an bukanlah sekadar kitab suci untuk dibaca dengan suara merdu atau dihafal sebagai amalan ibadah semata. Ia adalah petunjulą hidup yang agung, diturunkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla untuk membimbing umat manusia sepanjang zaman. Dalam setiap ayatnya terkandung jawaban atas berbagai persoalan kehidupan, baik yang telah terjadi, sedang dihadapi, maupun yang akan datang. Keajaiban Al-Qur’an terletak pada kemampuannya memberikan solusi yang relevan dan aplikatif dalam berbagai situasi, sekalipun zaman terus berubah dan tantangan terus berkembang.
Di tengah gelombang zaman modern yang penuh dengan krisis moral, kebingungan nilai, dan derasnya arus materialisme, Al-Qur’an tetap tegak sebagai pelita yang menerangi jalan kebenaran. Ketika manusia dilanda kegelisahan jiwa, Al-Qur’an datang menawarkan ketenangan. Saat keadilan dicabik-cabik oleh hawa nafsu dan kekuasaan, Al-Qur’an menyeru kepada keadilan yang hakiki dan tak berpihak. Dalam dunia ilmu dan teknologi yang terus berkembang, Al-Qur’an tidak pernah tertinggal. Justru banyak inspirasi ilmiah yang berakar dari ayat-ayatnya yang penuh hikmah, mendorong para ilmuwan untuk meneliti lebih jauh ciptaan Allah yang luar biasa.
Lebih dari itu, Al-Qur’an juga menjawab tantangan-tantangan sosial: mengatur hubungan antar manusia, membimbing kehidupan keluarga, menata urusan ekonomi, bahkan memberikan fondasi sistem hukum dan pemerintahan. Ia tidak hanya menjawab “apa” dan “bagaimana”, tetapi juga “mengapa”, menanamkan makna dan tujuan hidup yang sejati.
Karena itu, barang siapa yang menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan dalam berpikir, berbicara, dan bertindak, niscaya ia tidak akan tersesat.
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam: Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara; kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. (HR. Imam Malik)
Al-Qur’an adalah jawaban dari langit untuk menjawab keresahan bumi. Siapa yang menginginkannya sebagai solusi, akan mendapat petunjuk. Siapa yang menjauhinya, akan tersesat di tengah gelapnya arus zaman.
Tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung peribahasa dan ungkapan umum banyak sekali ditemukan di dalam Al-Qur’an. Seperti yang disampaikan oleh imam Al-Mawardi, ia berkata: Aku mendengar Abu İshaq ibrahim bin Mudarib bin ibrahim ia berkata: Aku mendengar ayahku berkata: Aku bertanya kepada Al-Husayn bin Al-Fadl, aku berkata:
- Engkau mengeluarkan peribahasa-peribahasa Arab dan Ajam dari Al-Qur’an. Apakah engkau menemukan dalam Kitab Allah (Al-Qur’an) ungkapan: Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan? Dia menjawab: Ya, dalam empat tempat:
- Firman Allah Ta’ala: Bukan yang tua dan bukan pula yang muda, tapi pertengahan antara keduanya. (QS. Al-Baqarah: 68);
- Firman Allah Ta’ala: Dan orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, tapi di antara keduanya secara wajar. (QS. Al-Furqan: 67).
- Firman Allah Ta’ala: Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu di lehermu, dan jangan pula engkau terlalu mengulurkannya sepenuhnya. (QS. Al-Isra’: 29).
- Firman Allah Ta’ala: Dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam shalatmu, dan jangan pula merendahkannya, tetapi carilah jalan tengah di antara itu. (QS. Al-Isra’: 110).
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan dalam Kitab Allah orang yang memusuhi sesuatu karena tidak mengetahuinya? Dia menjawab: Ya, pada dua tempat:
- Bahkan mereka mendustakan apa yang belum mereka ketahui ilmunya. (QS. Yunus: 39), dan
- Dan ketika mereka tidak mendapat petunjuk darinya, mereka berkata: Ini adalah dusta yang lama. (QS. Al-Ahqaf: 110).
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan dalam Kitab Allah ungkapan Waspadalah terhadap kejahatan orang yang telah engkau beri kebaikan? Dia menjawab: Ya, pada firman-Nya: Mereka tidak mencela melainkan karena Allah dan Rasul-Nya telah rikan kekayaan kepada mereka dari karunia-Nya. (QS. At-Taubah: 74).
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan dalam Kitab Allah: Bukan seperti mendengar berita dengan menyaksikan langsung? Dia menjawab: Pada firman-Nya: Apakah engkau belum beriman? Ibrahim berkata: Tentu, tapi agar hatiku tenang. (QS. Al-Baqarah: 260).
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan: Dalam gerakan ada keberkahan? Dia menjawab: Ya, dalam firman-Nya: Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya dia akan mendapati di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang lapang. (QS. An-Nisa’: 100).
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan: Sebagaimana engkau memperlakukan, demikian pula engkau diperlakukan? Dia menjawab: Ya, dalam firman-Nya: Barang siapa melakukan keburukan, niscaya akan dibalas dengannya. (QS. An-Nisa’: 123).
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan ungkapan mereka ‘Nanti akan tahu saat terbakar’? Dia menjawab: Dan mereka akan mengetahui saat mereka melihat azab siapa yang paling sesat jalannya. (Al-Furqan: 42).
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan Seorang mukmin tidak akan disengat dari lubang yang sama dua kali? Dia menjawab: Apakah aku akan percaya padamu tentang dia seperti aku telah percaya tentang saudaranya sebelumnya? (QS. Yusuf: 64).
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan Siapa yang membantu orang zalim, maka dia akan dikuasai oleh kezaliman itu? Dia menjawab: Telah ditetapkan atasnya bahwa siapapun yang menjadikannya pemimpin, maka dia akan menyesatkannya dan membawanya ke azab neraka. (QS. Al-Hajj: 4).
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan: ‘Ular tidak melahirkan kecuali ular? Dia menjawab: Dan mereka tidak akan melahirkan kecuali orang yang fasik lagi kafir. (Nuh: 27)
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan ‘Dinding pun punya telinga? Dia menjawab: Dan di antara kalian ada yang menjadi pendengar bagi mereka. (At-Taubah: 47)
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan ‘Orang Bodoh diberi rezeki, sementara orang alim terlarang? Dia menjawab: Barangsiapa berada dalam kesesatan, maka biarkanlah Ar-Rahman memanjangkan baginya waktu. (Maryam: 75)
- Aku berkata: Apakah engkau menemukan Yang Halal datangnya sedikit demi sedikit, yang haram datangnya sekaligus? Dia menjawab: Ketika ikan-ikan datang kepada mereka di hari Sabtu mereka dengan melimpah, tetapi di hari mereka tidak mengkhususkan hari Sabtu, ikan itu tidak datang kepada mereka. (Al-A’raf: 163)
